Rabu, 31 Juli 2013

About Choice.

Choice.
Pilihan.

Memang, menentukan pilihan memang bukan hal yang mudah.
Malah terkadang, di beberapa kesempatan, melarikan diri dari pilihan yang ada atau menyerah jadi salah satu hal yang sangat menggoda untuk dilakukan.

Mengapa menggoda?
Karena tidak ada resiko yang mengikutinya.

Lucunya, pemikiran yang seperti itu salah.
Salah, karena sebenarnya di belakang setiap langkah atau keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya.
Konsekuensi itu seperti uang logam.
Ada dua sisi yang selalu ada.
Sisi positif dan sisi negatif.

Lalu?
Yah, namanya juga kehidupan.
Nggak mungkin selalu yang enak semua. Juga nggak mungkin selalu yang menyedihkan semua.
Yang ada, gimana cara kita menyikapi itu semua; lebih melihatnya dari kacamata positif atau negatif.

Termasuk keputusan saya untuk mulai menulis blog hehe
Iya. Termasuk ini :p
Kenapa?
Ya, karena artinya saya membiarkan orang lain bisa membaca apa yang saya tuliskan di sini, yang akhirnya memiliki pandangan tersendiri terhadap saya.
Entah jadi suka atau jadi eneg hehe :p
Tapi yang pasti, saya menuliskan ini sesuai dengan apa yang saya pikirkan, yang saya rasakan.

Well, mungkin gaya penulisan saya aneh hehe
Berantakan lagi :p

Tapi saya pengen nulis, yah, saya tuliskan.
Terserah orang lain mau menilai saya :) toh kita juga tidak bisa menyenangkan semua orang, kan? :)

Hmm.. Kembali ke pilihan.
Kalau menurut saya, pilihan ada alternatif.
Alternatif yang akhirnya membentuk perjalanan hidup kita

Jadi saya setuju dengan kutipan "Life is a choice" dan juga "Life is adventure"...
Karena memang, kehidupan yang kita jalani ini merupakan konsekuensi atas alternatif yang ditawarkan Tuhan :)

Berat bener ya omongan saya? Hhihi :p

Abisnya, saya sering melihat kalau kehidupan itu ajaib. Unik. Hehe

Ada orang yang awalnya workaholic setengah mati, tiap hari kerja nine to five (bahkan lembur! bayangkan), lalu sekarang jadi wirausaha yang menjalankan usahanya sendiri. Gak kerja dengan orang lain lagi.

Ada orang yang kuliah dan bekerja di kota lain, ujung-ujungnya menikah dengan sahabat kecilnya sendiri.

Ada orang yang sepanjang hidupnya senang-senang ke sana kemari, akhirnya dia menemukan kebahagiaannya sendiri dalam keheningan yang tidak pernah Ia tahu.

Banyak lah..
Intinya, kehidupan kita itu seperti rahasia.
Yang kita tahu, hanya kemarin dan hari ini.
Besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, siapa yang tahu? :)

Tuhan pasti siapkan suatu kejutan yang manis buat kita hehe

Tugas kita sekarang, jalani yang ada. Dengan baik. Sebaik-baiknya.
Yah, sebisanya lebih baik dari yang kemarin :)

Kita nggak perlu untuk jadi yang terbaik.
Tetapi kita perlu untuk jadi lebih baik. *cieeeee :p :))*

Dan sepertinya...
Saya tidak ngantuk lagi :(
Tapi yah, coba tidur deh hehe


Have a nice sleep.. :)

Kamis, 25 Juli 2013

Memories.

Memori.
Memoar.
Kenangan.
Nostalgia.

Familiar? Pasti :)
Segala peristiwa yang kita lalui, secara otomatis akan terekam di otak kita.
Perbedaannya ada pada kita bisa mengingatnya atau tidak.
Kita mau mengingatnya atau tidak.

Walaupun terkadang ada hal-hal yang kita ingin lupakan tapi tidak bisa.

Mengapa?
Alasannya sederhana.

Hal tersebut unik, bekesan, berarti untuk kita.
Mungkin saat ini sudah tidak lagi, tapi saat kita merekamnya, hal itu memang berkarakter seperti itu: unik, berkesan, dan berarti sesuatu untuk kita.

Kenangan bisa menjadi sesuatu yang terindah.
Atau sebaliknya, bisa berubah menjadi mimpi terburuk, bahkan menjadi fobia.

Sisi positif yang bisa diambil dari kenangan ini adalah kita bisa mempelajari sesuatu. Selain itu kita juga bisa berkaca, mengevaluasi diri, dan tentu saja, bersyukur dari hal tersebut.

Lucu rasanya saya menulis tentang hal ini hehe

Mungkin karena saya hanya teringat salah satu kenangan yang ada.
Saya tahu, kenangan akan tetap tinggal menjadi kenangan.
Percuma mengharapkan sesuatu yang telah terjadi untuk terjadi lagi.
Toh kita jalan ke depan, kan, bukan ke belakang? :)


Selamat malam.
Have a sleep tight :)

Minggu, 21 Juli 2013

Definisi Cinta dalam Setiap Potongan Cerita: Autumn Once More

Selamat malam :)
Sebelum tidur, saya ingin menuliskan sebuah review dari salah satu buku kumpulan cerpen favorit saya hehe
Sebenarnya tadi malam saya baca ulang lagi sih, padahal buku lain masih banyak yang belum kebaca, tapi buku ini lebih menggoda untuk dibaca hhihi :p

Oke, here we go...

Begini, apa yg terpikirkan kalo kata cinta disebut?
Well, ternyata cinta itu ada definisi bakunya hehe

Cinta <adj>: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Dan di dalam buku berisi 13 cerpen yang dituliskan oleh 13 penulis Indonesia :)



Ketiga belas cerpen ini menceritakan tentang satu hal yang sama; cinta, tetapi dengan sudut pandang dan respon yang berbeda-beda tentang cinta itu sendiri.

Judul buku kumpulan cerpen ini memang diambil dari salah satu judul cerpen yang ada di dalamnya, yakni "Autumn Once More" oleh Illana Tan yang memang saya akui membuat saya tertarik, dan meraih buku ini dari rak display di toko buku.

Apalagi setelah melihat sinopsis di belakang buku, dan melihat rentetan penulis (dan editor yang ikut menulis) yang beberapa menjadi favorit saya hehe
Udah bisa ketebak kan, abis itu saya ke mana? :p

Jadi, bagi penikmat cerita cinta (cieeee :p) buku kumpulan cerpen ini benar-benar bisa membuat senyum-senyum atau senyum-kecut sendirian hehe

Saya kasih 5/5 :))

Pssst, saya suka sekali dengan kutipan yang ada di tepi dalam buku yang terlihat karena cover tidak full. Bunyinya, "Heaven really knows what's best for us".
Yang udah baca pasti tau itu dari cerpen apa :) yang belum tau, yuk ikutan baca hhihi


Keterangan Buku:
Judul: Autumn Once More.
Cetakan: Pertama (April 2013).
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama.
Penulis: aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Illana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, Shandy Tan.
Jumlah Halaman: 232 halaman.
Harga buku: Rp 40.000*.

*sesuai yang saya beli.



Sabtu, 20 Juli 2013

Setiap Tempat Punya Cerita: Paris (Aline)

Halo :) Ini pertama kalinya saya mereview atau meresensi buku.
Jadi, maaf ya, kalo agak aneh hhihi :p

Oke, jadi ini, novel Paris, pembatas buku, dan kartu pos bergambar menara Eiffel (yang awalnya saya tidak tahu)..


"Ever since I began to compose, I have reminded true to my starting principle: not to write a page because no matter what public, or what pretty girl wanted it to bethus or thus; but to write solely as I myself thought best, and as it gave me pleasure."
-Felix Mendelssohn-

Novel yang dibuka oleh kutipan dari Felix Mendelssohn ini resmi menjadi salah satu novel favorit saya sekarang :)

Novel ini merupakan karya dari Prisca Primasari yang berjudul dan berlatar belakang kota Paris, memang terkenal romantis dan menjadi impian banyak orang, termasuk saya hehe

Novel beralur flashback ini menceritakan tentang seorang mahasiswi asal Indonesia yang terpaksa kuliah di Paris demi memenuhi keinginan almarhum ayahnya. Novel yang menarik; gaya penceritaannya benar-benar bisa membuat pembacanya hanyut dan tiba-tiba cerita berakhir, serta layout dalam dan cover yang menarik, khas GagasMedia yang menjadi penerbit novel ini.

Yang menyenangkan, ternyata salah satu kutipan favorit saya muncul juga di sini:
"Don't cry because it's over, smile because it happens" - Dr. Seuss

Hmmm.. Kalau saya bilang, novel ini jika ingin dibuat lanjutannya (sekuel), bisa banget haha
Soalnya ada bagian yang masih belum terjawab :)
Walaupun memang sepertinya ini memang novel yang dibuat untuk berdiri sendiri.

Penilaian saya untuk novel ini........
5/5
Very recomended :)
Selamat membaca :D


Keterangan Novel:
Judul: Paris (Aline)
Cetakan: Pertama (2012)
Penerbit: GagasMedia
Penulis: Prisca Primasari
Jumlah Halaman: 212 halaman
Harga buku: Rp 31.500*

*sesuai yang saya beli di @bukubukularis - belum termasuk ongkir.

Minggu, 14 Juli 2013

Another Rainy Day

Yup, today is another rainy day.

Hujan.

Hujan memang ajaib menurut saya.
Walaupun banyak yang mengeluhkan hujan, tapi tidak dengan saya.

Saya nggak pernah keberatan kalo harus keluar rumah walau harus sedikit basah.
Jawabannya sederhana, saya suka hujan.
Saya lebih suka hujan dibandingkan panasnya matahari di Pontianak hhihi :p

Hujan bukan cuman peristiwa alam yang menjadi salah satu bagian dari siklus air.

Hujan lebih dari itu.

Coba hitung ada berapa banyak karya seni yang terinspirasi dari hujan?
Belum lagi dengan dongeng, cerita, musik, lagu, film, buku, novel.

Hahahaha
Jadi ingat ucapan seseorang yang mengatakan saya terlalu melankolis.
Well, bukan salah saya kan terlahir menjadi orang yang melankolis? Hhihi :p
Ada juga yang mencibir dengan mengatakan saya lebih dari melankolis, tapi cengeng.

Saya cuman tersenyum kalo ada yang mengatakan seperti itu.
Untuk apa diperpanjang? Mungkin saya seperti itu, kan, di mata mereka.
Setiap orang bebas menilai kita seperti apa, tetapi yang sebenarnya tau tentang diri kita sendiri itu hanya Tuhan dan juga kita.

Jadi ngelantur :p

Eh tapi ada satu efek yang gak terelakkan kalau lagi hujan begini.
Rasa malas! Hahahaha

Iyaa, bawaan pengen ngeringkuk di balik selimut sambil dengar lagu dan baca sesuatu yang ringan.

Ah, what a life :))


Happy Sunday, everyone :)

Sabtu, 13 Juli 2013

Untitled.

Sometimes, we need just go away.
Letting go what should be gone.

Cause sometimes waiting is not the answer.

Moving on is the answer.

It ain't easy, but time will help to heal.
Heal what broken and burned.

And maybe a little bit sacrifice will open the new way.
A new beginning.

Like dr. Seuss said, 'don't cry cause it happened, but smile cause it happen'.
And I believe that everything happens for a reason.