Sabtu, 11 Oktober 2014

Tik Tok

Tik tok... Tik tok...

 

"Rhei?"

Sayup-sayup kudengar seseorang menyebut namaku.

Pandanganku gelap.

Di mana aku?

 

"Percuma, dia nggak bisa dengar kamu."

"Gak mungkin. Aku yakin sebentar lagi dia sadar...."

 

Kurasakan jemari hangat menggenggamku.

Erat.

Hangat.

 

"Rhei, please, buka mata kamu...."

"Mungkin belum saatnya, Hans...."

"Gak mungkin! Seharusnya....."

"Hans, biarkan dia istirahat."

"Rhei, please, bangun...."

 

Aku mencoba membuka kelopak mataku.

Hal pertama yang kulihat adalah cahaya terang.

Sebuah ruangan bercat putih.

Kucoba mengerjapkan kedua mataku perlahan.

 

"Glen, tunggu!"

Seseorang setengah berteriak di sampingku.

 

Kini kulihat seorang lelaki berkacamata tersenyum kepadaku.

Aku mengenalnya.

"Hans?"

Senyumannya semakin melebar.

"Kamu ingat aku, Rhei?"

"Kenapa aku harus lupa? Aku ada di mana, Hans?"

 

Seseorang yang lain masuk ke ruangan.

Dan sesuatu ada di tangannya.

 

"Sekarang, Hans...." ujar lelaki asing itu sambil menyodorkan kotak putih kepada Hans.

Ragu-ragu Hans meraihnya.

"Jangan ragu, Hans. Kamu ingat kan, prosedurnya? Sekarang atau tidak sama sekali...."

Lalu lelaki itu keluar dari sana.

 

"Hans? Aku di mana?"

Hans membuka kotak itu perlahan.

Kemudian ia menghela napas panjang dan membelai lembut kepalaku.

"Istirahat, Rhei. Istirahat. Pada saatnya nanti, kamu akan tahu semuanya."

Ia meraih tanganku.

Menggenggamnya sebentar kemudian menggosokkan sesuatu yang dingin pada permukaan kulitku.

Kemudian sesuatu yang tajam kurasakan menembus kulitku.

Cepat dan tak terduga.

"Apa itu, Hans? Apa yang kamu suntikkan?!"

Ia hanya tersenyum sambil membelai kepalaku lagi.

"Istirahat, Rhei. Istirahat. Pada saatnya nanti, kamu akan tahu semuanya...."

 

Kelopak mataku memberat.

Pandangan mataku mulai kabur.

Kepalaku terasa berputar-putar.

 

Tik tok... Tik tok...

 

Bunyi apa itu?

 

Tik tok... Tik tok...

 

Air, kah?

 

Tik tok... Tik tok...

 

Jangan bilang ini bom!

 

Tik tok... Tik tok... Tik tok...

 

Apa yang salah?

 

Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok...

 

Semakin nyaring.

Semakin cepat.

 

Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok...

Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok... Tik tok....

 

Tuhan, aku takut.

Tolong aku!

Siapa pun, TOLONG AKUU!!!

 

####

Senin, 06 Oktober 2014

Tian

"Lari!"

Maka aku pun berlari.

Lari sekencang-kencangnya.

Ke kiri, ke kanan, ke mana saja.

 

"Duduk, Lola, ayo ke sini!"

Maka aku pun mendekatinya.

Lalu duduk di sampingnya.

Biasanya dia membelai kepalaku sambil bergumam 'pintar...' sebelum akhirnya dia meraihku ke dalam pelukannya.

 

"Ayo Lola, tangkap bolanya!"

Maka kemudian aku berlari mengejar-ngejar bola yang menggelinding, lalu dengan susah payah kudorong dengan kepalaku ke arah Tian.

Sampai terkadang, aku berharap aku memiliki sepasang tangan agar semuanya jadi lebih mudah.

Seperti Tian.

 

Namanya Tian.

Dan aku menyayanginya.

Aku juga tahu, Tian juga menyayangiku.

Kalau tidak, dia tak akan mengajakku tinggal di rumahnya ini.

Aku ingat waktu pertama kalinya aku bertemu Tian.

Hari itu hujan turun, air tergenang ada di mana-mana.

Di depan sebuah toko aku duduk, berharap ada selimut yang bisa menghangatkanku.

Aku beruntung, pemilik toko tidak mengusirku.

Malah seorang anak kecil sempat membagiku sepotong biskuit manis kepunyaannya.

Lalu Tian datang dengan payungnya yang berwarna merah.

Dia meletakkan payungnya di dekatku, lalu masuk ke toko.

Setelah itu, dia datang memberiku sepotong biskuit sambil mengelus kepalaku.

Kemudian pemilik toko keluar, lalu mereka ngobrol sebentar.

Aku masih terlalu kecil untuk mengerti perkataan mereka.

Kemudian mereka tersenyum ke arahku.

Tian berjongkok, kemudian meraihku ke dalam gendongannya.

Di bawah payung merah itu, kami pulang ke rumahnya.

 

"Lompat, Lola, lompat!"

Aku pun melompat.

Aku bahagia, Tian.

Lalu dalam lompatanku yang terakhir dia menangkapku.

Lalu menggendongku di bahunya.

 

Begitulah sepotong rutinitas soreku.

Aku bermain bersamanya.

Aku berlari, duduk, berguling-guling, melompat, menangkap bola.

Apa pun yang Tian pinta, aku mengikutinya.

 

***

 

Hari ini hujan turun lagi.

Dan sudah tiga hari aku tidak melihat Tian.

Aku merindukan Tian.

Di mana Tian?

Hanya ada ayah dan ibunya di rumah.

 

Seandainya aku sama sepertinya, aku pasti sudah ada di luar sana.

Mencarinya.

Aku akan datang menjemputnya dengan payung merahnya.

Lalu kami akan kembali pulang.

Di bawah hujan.

Dengan payung merahnya.

 

####

Rabu, 01 Oktober 2014

Hello October!


Hello October, please be nice :))
Setelah September yang banyak diawali dengan 'Wake me up when September ends' di banyak media sosial, akhirnya saya pikir ini momen yang pas buat mulai nulis sesuatu di blog ini hehehe #apasih :p

Well, berhubung saya ga pernah nulis cerita di sini, mungkin saya bakalan nyoba buat nulis di sini.
Dan cerita ini baru selesai ditulis beberapa menit yang lalu, dan mungkin agak absurd, jadi harap dimaklumi :)

Enjoy!





Tik tok.... Tik tok....
Suara detik dari jam tanganku terdengar semakin nyaring.
Anehnya, jantungku juga ikut-ikutan berpacu kencang.
Ah, lebih baik mencoba berhitung.
Siapa tahu, bisa normal lagi.
1... 2... 3... 4... 5... 6... 7... 8....

"Eh, udah lama, ya? Aduh, maaf ya, jadi kelamaan nunggu...."
"Gak kok, ini juga baru nyampe."
Tetot! 
Bohong!
Padahal udah nunggu lebih dari 30 menit.
Duduk sendirian di sudut kedai kesukaanku ini.
"Ooh, syukurlah... Itu americano?" tanyanya sambil menunjuk cangkir yang ada di depanku.
"Iya...."
"Ya ampun! Aku juga sama kok ini, tapi pake es sih hehehe"
Lalu kami tertawa bersama.
Bercerita.
Lalu menyesap kopi masing-masing.

Namanya Arin.
Dan dia penuh kejutan.
Bagiku, dia itu seperti bawang.
Berlapis-lapis.
Semakin aku mengenalnya, semakin banyak hal yang tak terduga -- tapi menarik yang akan aku ketahui tentangnya.
Tentu saja, aku semakin tersedot ke dalam pesonanya.

Tik tok.... Tik tok....
Entah mengapa suara detik dari jam tanganku kembali terdengar nyaring di telingaku.
Bahkan lebih nyaring dari sebelumnya.
Dan semakin cepat.
Lalu sekitarku menjadi gelap.

Ya Tuhan, Arin di mana?

"Arin?"
Tak ada jawaban.
"Arin?! Kamu di mana?!"
Masih tak ada jawaban.

Gelap semakin menjadi-jadi, begitu juga dengan dengungan 'tik-tok'.
Rasa lelah menyerangku, ditambah kegelapan dan dengungan 'tik-tok' nyaring yang semakin menyakitkan.

Gelap.
Dengungan.
Tik.... Tok.....

Gelap.
Dengungan.
Tik.... Tok....

Tubuhku terasa ringan, seolah melayang-layang di udara.
Lalu seolah-olah aku terhisap ke dalam suatu membran.
Atau terowongan, mungkin?
Entahlah.

Ingin berteriak, tapi lidahku kelu.
Badanku kaku, walaupun rasanya seringan debu.
Melayang-layang, entah sampai kapan.

Dan aku hanya bisa diam.
Pasrah, lebih tepatnya.
Entah sampai kapan.


#####

Kamis, 06 Februari 2014

Mis-understanding-O-rama

Jadi gini, salah satu dari teman saya dengan orang yang selama ini disayangi dia lagi ada kesalahpahaman. Jeleknya, dua-duanya cukup keras kepala dan salah satunya udah berusaha buat selesaikan semuanya. Sementara yang satunya lagi berusaha buat menghindar.

Gimana bisa selesaikan kesalahpahaman diantara mereka kalau masing-masing nggak mau berbesar hati untuk minimal mau mendengar cerita dari masing-masing sisi?

Jujur, yang kayak gini, pernah saya alami.
Dan saya juga di posisi orang yang juga sama keras kepalanya dengan situasi yang bisa dibilang kurang-lebih-sama.

Jadi?

Ya, gitu.

Karena masing-masing mempertahankan ke-ego-an-nya masing-masing. Semuanya pun hancur.

Bukannya mau sok-sok ngasi nasihat (hehe :p) tapi kenyataannya, kita memang susah buat berbesar hati. Apa-apa ngerasa, udah ah, mending semuanya selesai.

Oke, kalaupun nantinya bakalan selesai, atau berujung gak enak, atau sakit, atau apa pun itu, lebih baik diomongin sama-sama.

Sebelumnya, pastikan (minimal diri kita sendiri) udah kalem. Nggak meledak-ledak lagi.
Kan gak lucu, kalo kita yang ngajak ngomong, tapinya kita yang mencak-mencak serem :p

Selamat berdamai dan good luck ;)

Rabu, 01 Januari 2014

HAPPY NEW YEAR :D



Selamat tahun baru :D
Semoga tahun ini lebih baik dan kita juga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi :))

Eh iya, barusan saya buka weheartit, dan seperti biasa ketemu gambar-gambar yang menarik - seputaran tahun baru ini :3

Saya tampilkan di bawah yaa :)

Have a great day :3