Kamis, 06 Februari 2014

Mis-understanding-O-rama

Jadi gini, salah satu dari teman saya dengan orang yang selama ini disayangi dia lagi ada kesalahpahaman. Jeleknya, dua-duanya cukup keras kepala dan salah satunya udah berusaha buat selesaikan semuanya. Sementara yang satunya lagi berusaha buat menghindar.

Gimana bisa selesaikan kesalahpahaman diantara mereka kalau masing-masing nggak mau berbesar hati untuk minimal mau mendengar cerita dari masing-masing sisi?

Jujur, yang kayak gini, pernah saya alami.
Dan saya juga di posisi orang yang juga sama keras kepalanya dengan situasi yang bisa dibilang kurang-lebih-sama.

Jadi?

Ya, gitu.

Karena masing-masing mempertahankan ke-ego-an-nya masing-masing. Semuanya pun hancur.

Bukannya mau sok-sok ngasi nasihat (hehe :p) tapi kenyataannya, kita memang susah buat berbesar hati. Apa-apa ngerasa, udah ah, mending semuanya selesai.

Oke, kalaupun nantinya bakalan selesai, atau berujung gak enak, atau sakit, atau apa pun itu, lebih baik diomongin sama-sama.

Sebelumnya, pastikan (minimal diri kita sendiri) udah kalem. Nggak meledak-ledak lagi.
Kan gak lucu, kalo kita yang ngajak ngomong, tapinya kita yang mencak-mencak serem :p

Selamat berdamai dan good luck ;)