Jumat, 10 April 2015

HIDUP

Hidup.
Hidup itu bukan sekedar persoalan bagaimana kau menghirup udara.
Memasukkannya ke dalam paru-parumu, lalu kau hembuskan lagi ke udara.

Hidup juga bukan sekedar memasukkan zat-zat tertentu ke dalam mulutmu.
Memasukkannya hingga metabolisme mengolahnya dan membuang sisanya kembali ke luar tubuhmu.

Hidup adalah bagaimana kau tumbuh.
Bukan sekedar tumbuh membesar, melebar, dan meninggi.
Tapi juga tumbuh-berkembang hatimu.
Agar akhirnya kau dapat memaknai arti sebenarnya dari hidupmu.

Karena setiap helaan napasmu,
Setiap detakan jantungmu,
Setiap kedipan matamu,
Tanpa kau sadari,
Kau membentuk dirimu.
Entah menjadi versi yang terbaik atau malah menjadi versi terburukmu.

Hidup.
Hiduplah.
Nikmatilah.
Maknailah.
Sebaik-baiknya.

(Pontianak, 10 April 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar